Siswa kita pinter apresiasi sastra?
Sulit menjawab pertanyaan di atas. Kenyataan yang ada, siswa tidak kita ajari bagaimana mengapresiasi karya sastra. Selama ini siswa cukup kita ajari teori dan sejarah sastra.
Apakah guru tidak terampil mengapresiasi karya sastra?
Jawabnya bisa ya, bisa tidak. Ini butuh penelitian. Jika kita baca Horizon, banyak ditemukan adanya guru yang kurang terampil mengapresasi sastra. Akibatnya, para siswa pun juga tidak terampil mengapresiasi. Akibat fatal kecintaan terhadap karya sastra sangat rendah.
Apa solusinya?
Informasi Pendidikan
pembelajaran sastra di sd, pembelajaran mengapresiasi novel, pembelajaran sastra, pembelajaran sastra dengan pendidikan, pembelajaran sastradi sd, pertanyaan seputar sastra dengan pembelajaran di sd, tujuan pembelajaran sastra di sd
apakah siswa-siswi sudah dibuat akrab dengan karya sastra? bisakah para siswa mengkakses karya-karya sastra tersebut dengan mudah dan murah? kalo mereka tidak mengenal karya sastra, bagaimanan mungkin menuntut mereka bisa mengapresiasinya?
Di tengah dunia yang makin terlipat oleh pesatnya teknologi informasi, kayaknya para siswa lebih mengapresiasi pulsa handphone deh dari pada puisi, cerpen, novel, dll…