Kok, Pakai Ujian

Advertisement

 

Peserta didik SMP/MTs kelas 9  Daerah Istimewa Yogyakarta direncanakan mengikuti TPM (Tes Pendalaman Materi) atau latihan ujian nasional sebanyak enam kali. Diantara tujuan utamanya adalah agar seluruh peserta Ujian Nasional (UN)  tahun 2012/2013 dapat lulus.  Sebuah program yang luar biasa. Sampai saat ini (16/1-2013) sudah dilaksanakan dua kali. Hasil TPM II  lebih baik daripada TPM I.  Hal menunjukkan adanya kenaikan prestasi. Dan diharapkan pada saat UN dilaksanakan nanti (22/4-2013) seluruh peserta didik sudah siap secara mental maupun meterial dalam mengerjakan soal UN.

Sebagian besar peserta didik kelas 9 menyambut baik didakannya TPM berulang kali ini. Mereka mengharapkan dapat benar-benar terampil dalam mengerjakan soal UN. Namun, ada peserta didik  yang cuek dengan pelaksanaan TPM ini. Saya ambil contoh beberapa peserta didik di tempat saya bertugas.  Ada beberapa peserta didik yang memang ogah-ogahen mengikuti TPM. Jangankan TPM, pendalaman materi atau les yang dilaksanakan pun tidak diikuti. Mereka seperti tidak punya beban dengan ujian.

“Kok, sekolah pakai ujian to, Pak?”

“La apa maumu? Selesai kelas 9 langsung lulus?” tanya saya kepada peserta didik.

“Saya sudah bosen, Pak. Kan bisa langsung diberi ijazah. Kami sudah tiga tahun belajar, nanti sama saja dengan yang ikut ujian Kejar Paket B. Ijazahnya juga sama.”

Memang sangat terasa. Pelaksanaan ujian Kejar Paket, baik A, B, maupun Kejar Paket C seakan formalitas.  Dan itu tidak menjadi rahasia lagi. Artinya, bagaimana pelaksanaan ujian Kejar Paket tersebut sudah banyak diketahui oleh masyarakat. Bahkan hampir dapat dipastikan lulus. Itu satu diantara sebab peserta didik malas mempersiapkan diri mengikuti UN.

“Apa nanti kamu tidak malu kalau tidak lulus?”

“Alah, Pak. Ikut paket B. Itu si Tono (bukan nama sebenarnya) nyatanya dulu belum lulus kejar paket malah sudah diterima di SMK. Dan sekarang di SMK sama saja dengan yang lulus UN”!

Itu juga sebuah kenyataan. Pengalaman tahun-tahun lalu ada beberapa anak yang belum lulus SMP/MTs, juga belum punya ijazah kejar paket B, tetapi sudah dapat sekolah di jenjang yang lebih tinggi (SMA/SMK).   Bahkan ada beberapa SMA/SMK memberikan jaminan pemberlakuan hak yang sama antara peserta didik yang menganthongi ijazah SMP/MTs dengan yang belum lulus. Inilah yang memicu peserta didik kelas 9 SMP/MTs kurang bergairah mempersiapkan diri untuk ujian.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *