RT-an dengan Sepak Bola

Sepak Bola merupakan olah raga segala lapisan. Pecintanya pun tak mengenal kelas. Dari pejabat sampai rakyat lapisan bawah kepung di depan layar TV menyaksikan sepak bola. Tidak terkecuali malam ini, Ahad, 31 Maret 2013

Pertemuan rutin RT 01/10 Tembesi, Ponjong, Ponjong, Gunungkidul sangat istimewa. Pertemuan yang biasanya diisi dengan berbagai informasi dan rembuk warga, malam tadi khusus disepakati menyaksaikan sepak bola yang disiarkan salah satu TV suwasta. Mendadak, ternyata semua anggota RT menjadi penonton sekaligus komentator.

Yang saya heran, ternyata bapak-bapak yang jauh dari informasi kota tersebut sangat apal dengan para pemain sepak bola kelas dunia. Tidak sedikit pula, nama para pemain tersebut diganti dengan ciri yang menonjol dari pemain tersebut. Mereka benar-benar merdeka dan lepas bersorak, berkomentar, bahkan menghujat pemain maupun pemainan.

Liverpool sukses memetik kemenangan saat melawat ke kandang Aston Villa dalam lanjutan Premier League. Sempat tertinggal di babak pertama, The Reds akhirnya memetik kemenangan tipis 2-1.

 

 

Aku Iri Padamu

Kemarin sore, Senin bakda simakan Quran di sekolah aku bergegas menjemput anakku pulang dari Solo. Seperti biasa aku jemput di Siyono. Ternyata sudah ada istri, dua keponakannku, dan Alfis, anak mbarepku. Mereka sepakat ke JEC lihat pameran komputer.

Ku kendalilikan pantherku. Sampai perempatan Patuk setir kuputar ke arah Ngoro-oro. Tidak jelas pasti siapa dan apa yang akan saya tuju. Saya berfikir akan menjadi kebahagian yang tidak terduga kalau aku dapat menemukan durian. Kebetulan mereka penghobi durian. Continue reading “Aku Iri Padamu”

Ujian bagi Si Kusta,Si Kudis, dan Si Buta

Dari Abu Hurairah RA, dia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Pada zaman dahulu, ada tiga orang Bani Israil yang terserang penyakit yang berbeda. Yang satu terserang penyakit kusta, hingga mempunyai kulit yang belang. Yang satu lagi terserang penyakit kudis, hingga kepalanya botak. dan yang terakhir terserang penyakit buta. Karena ingin menguji keimanan tiga orang ini, maka Allah pun mengutus seorang malaikat kepada mereka.

Pertama kali, malaikat itu pergi mendatangi orang yang berpenyakit kusta dan belang seraya berkata, “Apakah yang paling kamu sukai hai hamba Allah?”

Si Belang menjawab, “Warna dan kulit yang bagus serta hilangnya rasa jijik orang lain kepada saya adalah suatu hal yang paling saya sukai.” Continue reading “Ujian bagi Si Kusta,Si Kudis, dan Si Buta”