Kurikulum 2013 Kurikulum Berjalan

Kurikulum 2013 dilaksanakan  mulai tahun 2013. Banyak peraturan yang menyertainya. Untuk pengimplementasiannya, Permendikbud nomor 81a tahun 2013 menjadi acuan. Namun, karena masih adanya beberapa kesulitan, diterbitkan Permendikbud nomor 65 tahun 2014 tentang Standar Proses. Belum semua satuan pendidikan dasar dan menengah memahami aturan-aturan tersebut,  Oktober 2014 terbit Permendikbud nomor: 103 tentang Pedoman Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Menengah.

Perangkat pembelajaran yang harus disiapkan oleh pendidk pun mengalami perubahan komponen-komponennya. Komponen RPP, misalnya. Yang semula harus memuat tujuan dan metode, pada peraturan terakhir kedua komponen tersebut dihilangkan. Pada  satuan pendidikan sebagian guru telah menyusun RPP dengan menyertakan tujuan dan metode pembelajaran, akhirnya harus merevisi dan menyesuaikan dengan aturan terbaru. Continue reading “Kurikulum 2013 Kurikulum Berjalan”

Musti Gurukah yang Disalahkan?

“Para siswa, apa layak minta lulus apabila kamu semua saja males belajar?”. “Layak, Bu…!”, jawab siswa kelas 9 serentak. “Sekarang untuk para siswa kelas 7 dan 8, kamu ternyata juga males belajar. Apakah layak dan pantas kamu minta naik kelas?”. Serentak siswa kelas 9 yang menjawab, “Tidak, Bu…”.

Dialaog terbuka tersebut terjadi saat pembina upacara memberikan pembinaan pada Senin pagi kemarin. Bu guru tetap bersemangat dengan memberikan nasehat dan semangat agar seluruh siswa giat belajar. Sangat terasa, guru tersebut memahami kenyataan yang ada pada diri siswanya.

Sangkaan jarang atau bahkan tidak mau belajar merupakan jawaban pasti. Hanya dengan hitungan jari saja dari 456 siswa yang datang di sekolah setiap hari merasa bahwa dirinya punya kewajiban belajar. Bila guru menanyakan apakah malamnya belajar, jawaban yang keluar dari mulut yang masih lumayan jujur adalah tidak. Atau diam. Atau saling melihat sesama siswa. Continue reading “Musti Gurukah yang Disalahkan?”

Bingung Dengan Sertifikasinya

Saat ini banyak guru bingung. Bingung gara-gara sertifikasi. Yang sudah luluslah  portofolio, dan menyandang sertfikat keprofesionalannya, bingung menunggu kapan cair duitnya. Yang belum lolos portofolio, bingungharus mengikuti PLPG. Yang belum lulus PLPG, bingung harus mengulang dengan segala “kemaluannya”. Yang belum mendapat jatah/panggilan sertifikasi pun bingung. Sekarang, guru yang tidak/belum  sarjana, telah menjadi guru lebih 20 tahun, umur minimal 50 tahun,   dulu tidak berfikir akan mendapat kesempatan sertifikasi,  ternyata menjadi bagian yang paling bingung.

Bayangkan, mereka para guru tua. Tua usianya, tua pengalamannya, tua dan mulai rapuhs semangatnya, tiba-tiba mendapat panggilan sertifikasi. Luar biasanya bingungya. Tidak sedikit guru yang mencari tenaga pembantu dadakan.  Berikut sebagian kisahnya. Continue reading “Bingung Dengan Sertifikasinya”