Kebergamaan Siswa Kita

Madrasah. Adalah sebuah kata yang terkandung makna di dalamnya  pembelajaran keislaman. Siswa madrasah selalu dianggap memiliki nilai lebih dalam hal agama. Tentu saja nilai keagamaan tersebut (seharusnya) juga tercermin dalam perilaku dalam kehidupan para siswa tersebut.  Karena itu, dalam kesempatan lomba keagamaan antarpelajar, siswa madrasah tidak masuk dalam kriteria peserta. Siswa madrasah  pasti memiliki tingkat keberagamaan yang lebih dari siswa sekolah umum.  Benarkah pendapat tersebut? Continue reading “Kebergamaan Siswa Kita”

Harus Lulus!

“Aku harus lulus!”

Kalimat tersebut sering diteriakkan siswa kelas 9 MTs N Semanu Gunungkidul. Itu paling tidak dua bulan sebelum memasuki UN. Kesempatan upacara, Pembina mengajak menerikkan yel-yel dambaan tersebut. Setelah sholat, mengawali pelajaran, mengakhiri pelajaran. Pokoknya hanpir tiap kesempatan siswa kelas 9 menerikkannya. Continue reading “Harus Lulus!”

Murid Baru

Tidak hanya anak yang bingung. Orang tua pun lebih bingung.  Ketika hari penerimaan calon anak didik baru tiba, menyemut orang tua dengan anaknya menuju sekolah yang difaforitkan. Mereka itu rata-rata siswa yang memiliki angka hasil ujian nasional bagus. Namun, nilai bagus pun tidak cukup.  Orang tua harus berduit. Lho? Iya, sebab semurah-murahnya sekolah faforit duitnya pasti banyak.  Dan itu sudah menjadi rahasia umum.

Ada siswa yang memiliki nilai lumayan bagus, rata-rata 9. Ketika ditanya mengapa tidak ke sekolah faforit, jawabnya sangat enteng,

“Tidak punya biaya. Sekolah di sana mahal”.

Lalu bagimana dengan iklan sekolah gratis?  Tentang sekolah gratis ini ada cerita menarik.  Maghrib itu saya pulang dari Yogya. Super Cup 83 yang saya naiki ternyata kempes di jalan.  Saya cari tukang tambal ban. Sambil menunggu hasil tambal jadi, ngobrollah saya dengan si Bapak dari 10 anak itu.  Continue reading “Murid Baru”